Apa Saja Gejala Ambiguous Genitalia?

Sumber: halodoc.com

Sebelum kamu mengetahui apa saja gejala ambiguous genitalia, kamu perlu untuk mengetahui penyakit apa itu ambiguous genetalia dan apa saja penyebabnya. mungkin kamu belum pernah mendengar nama penyakit ini sebelumnya. Ini adalah penyakit yang biasanya akan terlihat sejak baik dan berkaitan erat dengan jenis kelamin bayi. Lalu apa itu ambiguous genetalia ini? menurut klikdokter.com ambiguos genitalia merupakan salah satu kondisi langka di mana genitalia dari bayi tidak dapat ditentukan secara jelas. Pada bayi dengan penyakit ini, kelamin tidak dapat berkembang dengan sempurnya atau dapat memiliki karakteristik dari kedua jenis kelamin. Ini juga dapat terjadi ketidaksesuaian antara organ seksual eksternal dan organ seksual internal atau status seksual secara genetik. Dilansir dari halodoc.com ambiguous genitalia merupakan kelainan langka di mana jenis kelamin bayi tidak dapat ditentukan secara jelas. Menurut alodokter.com disorder of sex developmet (DSD) atau ambiguous genitalia adalah suatu kelainan perkembangan seksual yang jarang terjadi. Ini adalah kondisi di mana kelamin bayi menjadi tidak jelas, yaitu apakah dia laki-laki atau perempuan. Pada bayi yang mengalami kondisi ini, alat kelamin tidak berbentuk sempurna sehingga bayi dapat memiliki tanda kelamin laki-laki dan perempuaan.

READ  Peran Dokter Umum dan Kemampuan yang Dimilikinya dalam Penanganan Medis

Ambiguous genitalia bukanlah merupakan suatu penyakit, namun merupakan suatu kelainan perkembangan seksual. Umumnya, kelainan ini dapat terlihat ketika bayi lahir dan dapat menimbulkan distres bagi anggota keluarga.

Lalu apa saja gejala ambiguous genitalia ini? Dilansir dari halodoc.com gejala dari ambiguous genitalia adalah benjolan yang terapa seperti testis pada labia yang menutupi alat kelamin perempuan, klitoris yang membesar dan dapat menyerupai penis. Sedangkan pada bayi laki-laki gejalanya adalah skrotum yang tidak disertai testis dengan bentuk menyerupai labia dengan atau tanpa adanya mikropenis atau penis yang berukuran sangat kecil, ukuran penis yang sangat kecil dengan ujung uretra mendekati skrotum dan uretra tidak terbentuk hingga ujung penis atau hipospadia. Menurut klikdokter.com kelainan ini dapat dicurigai sebelum kelahiran saat dilakukan pemeriksaan penunjang tertentu. Karakteristik dari kondisi ini dapat memiliki derajat keparahan yang bervariasi, tergantung pada tahap manakah selama perkembangan genitalia masalah mulai timbul serta penyebab dari kelainan tersebut.

READ  Manfaatkan Cara Alami Ini Untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Setelah mengetahui gejala ambiguous genitalia, kamu juga perlu tahu apa saja penyebab dari kelainan ini. Menurut alodokter.com Pada bayi perempuan, penyebab ambiguous genitalia adalah konsumsi obat yang mengandung hormon androgen oleh ibu hamil, dan hiperplasia adrenal kongenital. Ini merupakan kondisi genetik kongenital yang muncul pada ibu hamil yang menyebabkan ibu memproduksi hormon androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan kelainan perkembangan seksual pada janin perempuan. Penyebab lainnya adalah terpapar dengan hormon pria ketika masa kehamilan dan tumor pada ibu yang memicu produksi hormon pria. Tambahan penyebab dari klikdokter.com adalah kurangnya hormon pria pada janin dengan struktur genetik laki-laki dapat menyebabkan terjadinya kelainan ini, sedangkan ekspos terhadap kormon pria ketika perkembangan dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada janin dengan struktur genetik perempuan. Pada sebagian kasus, penyebab dari kelainan ini belum dapat ditentukan. Penyebab kelainian ini pada janin yang memiliki struktur genetik laki-laki dapat berupa sindrom insensitivitas androgen. Pada kondisi ini, jaringan genital yang berkembang tidak menunjukkan respons yang normal terhadap hormon yang diproduksi oleh testis. Selain itu penyebabnya adalah perkembangan testis yang terganggu dan dapat terjadi sebagi akibat dari abnormalitas genetik atau penyebab yang tidak diketahui.

READ  Kenali Penyebab Eklampsia dan Fakta Penting di Baliknya